Catatan Pertemuan 2 PAI: Hakikat Manusia sebagai Makhluk Mulia
Pada pertemuan kedua (Rabu, 20 Agustus 2025), kami membahas tema "Manusia & Agama". Pak Zaki membuka diskusi kritis yang mengaitkan agama dengan konteks kesehatan, politik, dan sosial.
Pembelajaran didasari oleh pertanyaan fundamental: "Bisakah manusia hidup tanpa agama?"
Dalam pandangan Islam, manusia adalah makhluk sempurna. Malaikat pun tunduk padanya, dan hanya iblis yang menolak untuk sujud. Manusia dikatakan lebih mulia daripada malaikat karena manusia diciptakan untuk memiliki dua potensi: akal dan nurani.
Secara kodrat, manusia adalah makhluk mulia. Namun, status kemuliaan itu bisa hilang jika pada masa hidupnya ia ingkar dan berbuat batil di dunia.
Manusia juga merupakan makhluk sosial (zoon politicon) yang tidak bisa lepas dari bantuan makhluk lain. Berbeda dengan tumbuhan dan hewan yang bisa hidup tanpa manusia, manusia tidak bisa hidup tanpa mereka. Oleh karena itu, manusia sebagai khalifah (pemimpin) di bumi wajib berbuat baik pada seluruh makhluk hidup, seperti menyayangi hewan dan memelihara tumbuhan.
Komentar
Posting Komentar