Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Catatan Pertemuan 1: Pengantar Hukum Bisnis dan Diskusi Persaingan Usaha Tanggal: Selasa, 12 Agustus 2025

Pada 12 Agustus adalah pertemuan pertama mata kuliah Hukum Bisnis. Mata kuliah ini terasa sangat menarik karena ada banyak hal yang bisa dipahami dan diamati dari setiap kejadian yang berhubungan dengan bisnis di sekitar kita. Pak Ari, selaku dosen pengampu, memberi kami gambaran umum tentang hukum bisnis. Beliau memulainya dengan satu pertanyaan diskusi yang menarik: "Mengapa Indomaret dan Alfamart seringkali berlokasi berdampingan?" Saya mencoba menjawab bahwa hal itu dimungkinkan karena (setahu saya) tidak ada hukum spesifik yang melarang mereka untuk berlokasi saling berdekatan. Diskusi berlanjut tentang model persaingan usaha seperti apa yang sebenarnya terjadi di antara keduanya. Bentuk persaingan mereka unik. Walaupun sama-sama menjual kebutuhan rumah tangga, mereka menerapkan diferensiasi produk. Jika kita pernah menyadari, pasti ada barang-barang tertentu di Indomaret yang tidak akan kita temukan di Alfamart, begitu pula sebaliknya. Setelah sesi diskusi, kami diminta...

Materi PAI: Mengenal ‘Ulumul Hadits dan Faedahnya

 Materi terakhir membahas tentang 'Ulumul Hadits (Ilmu-ilmu Hadist). Hadist secara istilah adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW (ucapan, perbuatan, ketetapan, atau sifat). Terdapat beberapa istilah yang sering tumpang tindih: Hadist: Khusus dari Nabi. Sunnah: Pola hidup/tradisi. Ada yang mengartikan sama dengan hadist, tapi mayoritas ulama menyebut bisa juga untuk Sahabat dan Tabi'in. Khabar: (Berita) Ada yang bilang sama dengan hadist, ada yang bilang lebih umum (bisa dari Nabi atau selainnya). Atsar: Istilah paling luas yang mencakup ketiganya. Mengapa ‘Ulumul Hadits Penting? Faedah utama dari ilmu ini adalah untuk memelihara kemurnian hadist Nabi agar tidak ada yang memanipulasi atau membuat hadist palsu (maudhu). 'Ulumul Hadits membantu kita menjaga ajaran Islam agar tetap murni, menghindari periwayatan yang sembarangan, dan memberantas cerita khurafat.

Materi PAI: Pengertian dan Kemukjizatan Al-Qur’an

Materi ini membahas tentang Al-Qur'an, dimulai dari pengertian secara bahasa (dari kata Qara'a: mengumpulkan) hingga nama-nama lainnya seperti Al-Kitab (Buku), Al-Furqon (Pembeda), dan Al-Dzikr (Peringatan). Perbedaan Al-Qur’an dan Hadist Qudsi: Seringkali tertukar, keduanya memiliki perbedaan fundamental: Al-Qur’an: Lafal dan makna langsung dari Allah SWT. Merupakan mukjizat. Periwayatannya mutawatir (validitas absolut). Hadist Qudsi: Makna dari Allah, namun lafalnya (redaksinya) dari Nabi Muhammad SAW. Bukan mukjizat. Periwayatannya kebanyakan ahad. Kemukjizatan Al-Qur’an: Mukjizat utama Al-Qur'an adalah dari sisi bahasa (sastra) yang begitu tinggi. Bangsa Arab pada masa itu ditantang untuk membuat tandingannya, mulai dari satu kitab penuh, turun menjadi sepuluh surat, hingga satu surat saja, namun mereka tidak sanggup. Mukjizat lainnya juga terdapat dari sisi ilmiah (mengajak berpikir) dan sisi hukum (tasyri') yang melindungi lima hal pokok manusia: agama, jiwa, akal...

Materi PAI: Memaknai Ibadah (Kriteria Sah vs Kriteria Diterima)

Salah satu materi PAI membahas tentang "Ibadah Dalam Islam". Pembahasan diawali dengan definisi dan landasan hukum ibadah, yaitu Q.S. Adz-Dzariyat ayat 56, yang menegaskan bahwa jin dan manusia diciptakan untuk beribadah. Hal yang menarik dari materi ini adalah pembedaan antara dua kriteria penting: Kriteria Ibadah yang Sah: Ini berkaitan dengan aspek lahiriah atau fikih. Ibadah dinilai "sah" jika telah memenuhi syarat dan rukunnya. Contoh, salat dianggap sah jika gerakannya benar, wudhunya benar, dan aturannya terpenuhi. Kriteria Ibadah yang Diterima: Ini berkaitan dengan aspek batiniah (niat dan keikhlasan). Ibadah "diterima" jika dilakukan murni karena Allah SWT. Poin ini menjadi refleksi penting. Bisa jadi ibadah kita sudah "sah" secara aturan, namun belum tentu "diterima" jika niatnya tidak lurus atau ada unsur riya'.

Catatan Pertemuan 3 PAI: Islam Rahmatan Lil ‘Âlamîn

Pada pertemuan ketiga (Rabu, 27 Agustus 2025), pembelajaran dilakukan secara daring. Materi kali ini adalah "Islam Rahmatan Lil ‘Âlamîn". Istilah ini berasal dari Q.S. Al-Anbiya' ayat 107, yang artinya "(Dan tiadalah Kami mengutus kamu) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam". Konsep ini menegaskan bahwa kehadiran Islam dan diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah untuk membawa kebaikan dan kasih sayang bagi seluruh umat manusia dan alam semesta. Terdapat tiga pilar utama yang menopang ajaran Islam: Aqidah: Fondasi keimanan (sistem kepercayaan). Mencakup keyakinan pada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Hari Akhir, dan Qada/Qadar. Ini adalah akar ajaran. Syari’ah: Sistem hukum dan aturan praktis (Al-Qur'an dan Sunnah). Ini mengatur hubungan manusia dengan Tuhan (ibadah) dan manusia dengan sesama (muamalah). Akhlak: Dimensi etika, moral, dan budi pekerti. Akhlak adalah buah dari implementasi aqidah dan syari’ah yang benar.

Catatan PAI: Teori, Terminologi, dan Fungsi Agama bagi Manusia

 Pertanyaan "Bisakah manusia hidup tanpa agama?" membawa kami pada studi tentang agama itu sendiri. Terdapat beberapa teori ilmiah mengenai asal-usul agama, di antaranya: 1.Teori Animisme (Edward B. Taylor): Evolusi agama dari animistik, politeistik, hingga monoteistik. 2.Teori Magis (J.G Frazer): Tindakan manusia menggunakan kekuatan gaib untuk mencapai tujuan. 3.Teori Sentimen Kemasyarakatan (Emile Durkheim): Agama muncul dari rasa cinta pada masyarakat (Totemisme). 4.Teori 'Ur Monoteisme' (Andrew Lang): Keyakinan akan adanya dewa tertinggi (Pencipta Alam). 5.Agama dalam Terminologi Islam (Din): Dalam Islam, agama disebut Din, yang memiliki beberapa makna: Penyerahan diri dan kekalahan pada pihak yang lebih berkuasa. Ketaatan dan penghambaan. Undang-undang atau hukum yang ditaati. Peradilan, perhitungan, dan pembalasan. Fungsi Agama: Agama memiliki fungsi esensial bagi manusia, seperti menyajikan dukungan saat frustasi, memberikan sarana hubungan transendental (ibad...

Catatan PAI: Tiga Istilah Manusia (Al-Basyar, An-Naas, Al-Insan)

Melanjutkan pembahasan tentang hakikat manusia, Al-Qur'an menggunakan beberapa istilah untuk merujuk pada manusia, yang masing-masing memiliki makna spesifik: Al-Basyar: Merujuk pada manusia secara biologis, dengan segala kebutuhan fisiknya (makan, minum, tidur). An-Naas: Merujuk pada manusia sebagai makhluk sosial yang berakal dan berinteraksi satu sama lain. Al-Insan: Merujuk pada tingkatan tertinggi, yaitu manusia yang selain berakal dan bersosialisasi, juga memiliki keimanan dan ketakwaan. Terkait penciptaan, Al-Qur'an menjelaskan dua unsur: Unsur Materi (Jasmani): Manusia tercipta dari tanah (Q.S As-Sajadah: 7-8). Unsur Non-Materi (Rohani): Manusia spiritual yang mulia karena tiupan roh dari Allah (Q.S. As-Sajadah: 9). Para tokoh terkemuka seperti Sokrates, Plato, dan Ernst Cassirer pun menyimpulkan bahwa manusia adalah makhluk spesial yang perannya di dunia sangat unik, tidak cukup jika hanya dilihat dari sudut biologis saja.

Catatan Pertemuan 2 PAI: Hakikat Manusia sebagai Makhluk Mulia

Pada pertemuan kedua (Rabu, 20 Agustus 2025), kami membahas tema "Manusia & Agama". Pak Zaki membuka diskusi kritis yang mengaitkan agama dengan konteks kesehatan, politik, dan sosial. Pembelajaran didasari oleh pertanyaan fundamental: "Bisakah manusia hidup tanpa agama?" Dalam pandangan Islam, manusia adalah makhluk sempurna. Malaikat pun tunduk padanya, dan hanya iblis yang menolak untuk sujud. Manusia dikatakan lebih mulia daripada malaikat karena manusia diciptakan untuk memiliki dua potensi: akal dan nurani. Secara kodrat, manusia adalah makhluk mulia. Namun, status kemuliaan itu bisa hilang jika pada masa hidupnya ia ingkar dan berbuat batil di dunia. Manusia juga merupakan makhluk sosial (zoon politicon) yang tidak bisa lepas dari bantuan makhluk lain. Berbeda dengan tumbuhan dan hewan yang bisa hidup tanpa manusia, manusia tidak bisa hidup tanpa mereka. Oleh karena itu, manusia sebagai khalifah (pemimpin) di bumi wajib berbuat baik pada seluruh makhluk h...

Catatan Pertemuan 1 PAI: Kontrak Kuliah dan Sistem Penilaian

Pada pertemuan pertama mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) (Rabu, 13 Agustus 2025), Pak Zaki menjelaskan kontrak perkuliahan dan sistem penilaian yang akan digunakan. Kedisiplinan sangat ditekankan, dengan bobot kehadiran sebesar 20%. Mahasiswa tidak diperbolehkan terlambat lebih dari 10 menit atau bolos. Ada beberapa poin penting terkait penilaian: Bobot Penilaian: Kehadiran: 20% Tugas (Makalah & PPT): 20% Keaktifan (Berdebat/Bertanya): 25% UTS: 15% UAS: 20% Tugas Ujian: UTS (individu): Membuat dan mengunggah video ke YouTube (link terbatas). Video ini berisi: Praktik salat Subuh (1 rakaat) dan Mengaji Q.S. Maryam ayat 1-11. UAS (kelompok 3-5 orang): Membuat video dakwah digital (±5 menit) bertema penjelasan perilaku buruk (bisa diawali teater kecil), diunggah ke YouTube (link terbatas). Catatan Tambahan: Pak Zaki mengharuskan mahasiswa dalam kondisi segar dan membawa Al-Qur'an setiap pertemuan. Beliau juga memberi alternatif untuk nilai keaktifan (25%) bagi yang jarang b...

Catatan Proyek: Tugas Akhir dan Progres Diskusi Grup 7

Di akhir pertemuan pertama, Pak Mahfud telah menjelaskan gambaran tugas akhir semester kami. Kami ditugaskan untuk membuat permainan olahraga sendiri. Syarat utama dari permainan ini adalah harus bisa membuat pesertanya merasa excited (antusias) dan bersorak ramai. Update Pertemuan Kedua: Pada pertemuan kedua, Pak Ari mengingatkan kami bahwa untuk menjalankan permainan, kami harus membuat script (naskah) kegiatan olahraga permainan. Saya berada di Grup 7 untuk tugas ini, bersama dengan: Afrizal Novalis Naufal Safira Alhamdulillah, kami sudah melakukan diskusi bersama pada hari Jumat pagi. Hasil diskusinya sudah jelas dan draf script kami tinggal dicetak (print out). Kami siap untuk pertemuan ketiga! Ini link kumpulan permainan yang kami sekelas buat : https://drive.google.com/drive/folders/1bf8pBnUrDo6uM8dxRJk8pT87O8TT2AVY?usp=drive_link

Ide Olahraga Permainan (5): Lemparan Cinta (Modifikasi)

Berikut adalah ide permainan keempat (terakhir) dari Pak Ari di pertemuan ini. Nama Permainan: Lemparan Cinta Alat: Keranjang, bola kecil (misal: 5 bola per tim). Tata Cara dan Peraturan: 1.Setiap tim diminta mengirimkan 2 orang sebagai perwakilan. 2.Satu orang akan bertugas memegang keranjang (Penangkap), dan satu orang lagi bertugas memegang 5 bola plastik (Pelempar). 3.Pelempar berdiri di garis lemparan yang ditentukan. 4.Penangkap berdiri di area yang ditentukan panitia (bisa statis atau dinamis/bergerak). 5.Ketika aba-aba "Mulai", Pelempar harus melempar bola agar bisa ditangkap oleh keranjang yang dipegang rekannya. 6.Tidak ada durasi waktu, permainan ini mengandalkan fokus, kehati-hatian, dan chemistry antar rekan. 7.Juri akan menilai berapa banyak bola yang berhasil masuk ke dalam keranjang. (Contoh: 2 poin untuk satu bola yang masuk).

Ide Olahraga Permainan (4): Passing Atas Target (Modifikasi)

Berikut adalah ide permainan ketiga dari Pak Ari yang saya modifikasi. Nama Permainan: Passing Atas Target Alat: Tas keranjang serut, tali rafia (untuk mengikat tas), bola kecil, bola bergerigi besar, keranjang (target). Tata Cara dan Peraturan: Peserta membentuk tim yang beranggotakan 5 orang. Semua anggota tim mengikatkan tas serut di pinggangnya, yang masing-masing berisi 3 bola kecil. Panitia akan memberikan 1 bola besar ke tim. Tim harus memutuskan siapa pelempar terbaik untuk berdiri di barisan paling depan (diberi waktu 3 menit untuk berdiskusi). Setiap tim berbaris rapi. Saat aba-aba "Mulai", secara berurutan setiap peserta (mulai dari orang pertama) melempar bola kecil satu per satu ke keranjang target hingga bola di tasnya habis. Orang yang bolanya sudah habis, segera pindah berbaris ke paling belakang. Permainan terus berlanjut (orang ke-2 melempar, lalu pindah ke belakang, dst.) Permainan usai ketika orang pertama (pelempar terbaik tadi) kembali ke barisan paling ...

Ide Olahraga Permainan (3): Liukan Target (Modifikasi)

Berikut adalah ide permainan kedua yang dijelaskan oleh Pak Ari yang telah saya modifikasi. Nama Permainan: Liukan Target Alat: Keranjang, bola bergerigi besar (bola terapi/sensori). Tata Cara dan Peraturan: 1.Peserta membentuk tim yang terdiri dari 6 orang. 2.Setiap orang dalam tim berbaris dengan merentangkan kakinya selebar bahu. Dilarang bergeser dari posisi selama mengoper. 3.Orang paling depan memegang bola. 4.Panitia akan memberi aba-aba "Mulai" (misalnya dengan menyetel musik). 5.Pemain paling depan mengoper bola ke belakang (melalui atas kepala atau sela kaki) memanfaatkan otot perut dan meliukkan tubuh. 6.Orang kedua menerima bola, lalu mengoper ke orang ke-3 dengan meliukkan tubuh ke samping kanan. 7.Orang ke-3 mengoper ke orang ke-4 dengan meliukkan tubuh ke samping kiri (zig-zag), dan seterusnya hingga orang terakhir. 8.Jika bola sudah sampai di orang terakhir, orang terakhir mengopernya kembali ke depan dengan rute yang sama (meliiuk) hingga sampai ke orang pert...

Ide Olahraga Permainan (2): Loncatan Kelabang Beracun (Modifikasi)

Pada pertemuan kedua, Pak Ari memberikan kami 4 contoh permainan. Berikut adalah permainan pertama yang saya coba modifikasi catatannya agar lebih terstruktur. Nama Permainan: Loncatan Kelabang Beracun Alat: Keranjang, bola plastik kecil. Tata Cara dan Peraturan: 1.Peserta membentuk kelompok (tim) yang terdiri dari 4-5 orang. 2.Setiap kelompok berbaris ke belakang dan saling memegang pundak teman di depannya (seperti kelabang). Pegangan tidak boleh terlepas selama permainan. 3.Babak 1 (Instruksi Normal): Panitia akan memberi 4 aba-aba secara acak: "Kanan!", "Kiri!", "Depan!", "Belakang!". Kelompok harus melompat bersama sesuai arah. 4.Kelompok yang melakukan kesalahan (salah arah atau pegangan terlepas) akan mendapat hukuman (misal: push up 5 kali). 5.Babak 2 (Instruksi Antonim): Panitia memberi 4 aba-aba antonim (kebalikan): "Kanan" berarti lompat ke kiri, "Kiri" berarti lompat ke kanan, dst. 6.Kelompok yang gagal akan tersis...

Ide Olahraga Permainan (1): Bull n Dog

Pada pertemuan pertama, kami diberitahu satu dari ratusan olahraga permainan yang dimiliki dosen, yaitu "Bull n Dog". Area Permainan: Lapangan luas yang memiliki dua garis batas di sisi ujung (titik aman). Tujuan Permainan: "The Dogs" harus berlari dari satu sisi aman ke sisi aman lainnya tanpa tertangkap oleh "The Bulls". Cara Bermain: 1.Penyelenggara memilih 1 orang secara acak, lalu orang tersebut diminta memilih 1 rekan (lawan jenis) untuk menjadi "Bull". 2.Kedua "Bull" (Banteng) berdiri di area tengah lapangan. 3.Peserta lainnya ("The Dogs" / Anjing) berkumpul di salah satu sisi aman. 4.Penyelenggara akan memberi aba-aba. Saat ia mengatakan "Bull", semua bersiap. 5.Saat penyelenggara meneriakkan "Dog!", semua "The Dogs" harus berlari menerobos area "Bull" untuk mencapai titik aman di seberang. 6."The Bulls" harus berusaha menangkap (merangkul) "The Dogs" yang ber...

Peluang Bisnis: Keuntungan di Balik Olahraga Permainan

Pada pertemuan pertama dan kedua, kedua dosen saya (Pak Mahfud dan Pak Ari) menyoroti peluang bisnis yang sangat besar di bidang Pengelolaan Usaha Rekreasi (PUR). Pak Mahfud menjelaskan bahwa bisnis di bidang olahraga permainan sangat menguntungkan. Hanya dari pendaftaran acara sederhana seperti senam bersama atau fun run, omzet jutaan rupiah bisa didapat dalam seminggu. Pak Ari menambahkan pada pertemuan kedua, bahwa kita bisa mendapat keuntungan puluhan juta dalam sebulan dengan pekerjaan yang menyenangkan dan tidak berat. Kuncinya adalah terampil dalam: Membuat script (naskah) acara. Membawakan acara sebagai pemandu olahraga permainan (Game Master). Olahraga permainan sengaja dibuat agar orang bisa berlomba dengan suasana menyenangkan (fun) tetapi tetap kompetitif. Ini sangat cocok untuk semua kalangan, terutama karyawan kantor yang lama duduk di dalam ruangan. Sebagai mahasiswa PUR, kami bisa memanfaatkan keahlian dalam berkreasi menciptakan olahraga permainan untuk membangun usaha...

Pelajaran Berharga: Etika, Disiplin, dan Percaya Diri di Atas Keahlian

Dalam sesi perkenalan, Pak Mahfud berbagi pandangan yang menarik. Beliau memiliki latar belakang mengajar di sekolah internasional dan memiliki banyak kenalan dari luar negeri. Beliau menceritakan bahwa keputusannya menjadi dosen tetap ia ambil meskipun gaji sebagai guru di sekolah internasional sebelumnya jauh lebih besar. Ini menunjukkan ada passion dalam mengajar. Prinsip yang beliau tekankan kepada mahasiswa adalah: "Tidak apa-apa jika belum menjadi ahli, tetapi kesopanan, kepercayaan diri, dan disiplin waktu harus selalu diutamakan." Karena beliau juga mengajar mata kuliah lain, beliau sering berbagi wawasan. Salah satunya adalah betapa menguntungkannya berbisnis di bidang olahraga permainan. Semoga saya bisa belajar banyak dari beliau dan mengembangkan passion saya dengan baik.

Catatan Kuliah: Filosofi Dosen dan Pentingnya Tepat Waktu

Pada pertemuan pertama mata kuliah Olahraga Permainan (Senin, 1 Agustus 2025), kedua dosen pengampu, Pak Ari dan Pak Mahfud, telah hadir lebih awal di kelas. Ada sebuah pelajaran penting tentang disiplin. Saat ada mahasiswa yang terlambat, beliau tidak jengkel, namun langsung menegaskan aturan tentang ketepatan waktu. Akan ada perbedaan nilai bagi yang terlambat. Ini menunjukkan bahwa beliau mengamati dan menilai mahasiswa tidak hanya dari jawaban, tetapi juga dari nama, karakter, dan kebiasaan. Kedua dosen ini memiliki fokus yang saling melengkapi: Pak Ari: Memiliki wawasan yang sangat luas, terutama mengenai tempat-tempat rekreasi. Pak Mahfud: Ahli dalam lobbying dan membangun jaringan. Beliau sering melibatkan mahasiswa untuk membantu di berbagai event olahraga (lokal maupun nasional) untuk membantu mereka mengembangkan passion. Tujuh pertemuan ke depan, kami akan dibimbing terlebih dahulu oleh Pak Ari.

Lembaran Baru: Semangat dan Harapan di Kampus Impian

Kehidupan perkuliahan saya di UNY akhirnya dimulai. Sekarang saya mendapat banyak teman baru dari berbagai wilayah. Ada yang "akamsi" (anak kampung sini) alias orang Yogyakarta asli, ada yang dari Semarang, berbagai daerah Jawa Tengah, NTB, Jakarta, Bandung, Subang, dan saya yakin akan bertemu lebih banyak lagi. Saya merasa sangat senang dan bersemangat untuk menjalani studi di prodi saya (Pengelolaan Usaha Rekreasi) dengan sangat baik. Harapan saya ke depan, saya bisa lulus dengan predikat cumlaude dan memiliki portofolio yang baik sehingga tidak akan ditolak saat melamar pekerjaan lagi. Dosen-dosen saya berkata bahwa kami ini adalah "calon-calon owner". Siapa tahu, suatu hari nanti saya bisa menjadi owner bisnis di bidang olahraga rekreasi. Ini akan menjadi perjalanan yang seru untuk terus mengembangkan diri dan mencapai masa depan terbaik.

Titik Balik: Saat Ikhtiar Bertemu Tawakal di UTBK 2025

Kegagalan di SKD STAN 2024 menjadi titik balik bagi saya. Saya menghabiskan waktu setahun berikutnya dengan kembali belajar untuk UTBK, sambil mencoba mendaftar kerja. Saya mencoba melamar dua pekerjaan, namun keduanya nihil. Di masa gap year itu, saya belajar banyak tentang proses. Untuk UTBK 2025, dengan bekal ilmu dan pengalaman setahun terakhir, saya merasa lebih siap dan percaya diri. Namun, ada satu hal yang berbeda kali ini. Saya sadar bahwa saya hanya perlu menyerahkan semuanya pada Allah SWT. Saya telah melakukan ikhtiar semaksimal mungkin, dan sisanya adalah urusan-Nya, karena rezeki sudah diatur oleh-Nya dan tidak akan pernah salah. Hari pengumuman hasil UTBK 2025 pun tiba. Begitu melihat hasilnya, dengan tangis haru, saya langsung memeluk ibu saya. Perjuangan saya akhirnya membuahkan hasil. Saya diterima di pilihan ke-3: D4 Pengelolaan Usaha Rekreasi UNY. Saya sangat bersyukur dan begitu siap untuk menjalani masa studi saya sebaik-baiknya.

Refleksi Ikhtiar (Bagian 2): Perjuangan di Balik Ujian SKD STAN

Melanjutkan rencana saya, saya mendaftar UTBK 2024. Saya kembali memilih UGM dan hasilnya kembali merah. Saya tidak masalah dengan itu, karena fokus utama saya adalah STAN. Pada tahun 2024, seleksi administrasi STAN menggunakan nilai UTBK. Syukurlah, nilai UTBK saya memenuhi kriteria sehingga saya lolos seleksi administrasi dengan mudah. Saya melanjutkan ke tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di Kantor Regional III BKN Bandung. Momen ini benar-benar menguras tenaga, uang, dan emosi. Untuk bisa hadir tes di pagi hari, saya harus ikut rombongan dari tempat les saya yang berada di luar kota. Pada H-1, saya dan ibu menempuh perjalanan hampir 2 jam ke kota tersebut dan menginap di kos teman saya. Jam 2 pagi di hari-H, kami sudah harus berkumpul. Pukul setengah 1 pagi saya bersiap, meski tidak nafsu makan, saya paksakan sarapan. Pukul 01.50, di tengah cuaca dingin dan rasa kantuk, saya dan ibu berangkat ke tempat les. Melihat banyaknya pesaing di sana, saya sempat merasa tertekan, namun tem...

Refleksi Ikhtiar (Bagian 1): Ambisi STAN dan Strategi SNBP

Saya lahir di Jawa Timur, namun saat berusia 3 tahun, keluarga saya kembali ke tempat kelahiran mereka di Indramayu, Jawa Barat. Ayah saya pernah bekerja di Jawa Timur sebagai TNI AD di Batalyon 501. Riwayat pendidikan saya dari PAUD hingga SMA saya tempuh di Indramayu. Saat SMA, saya begitu mendambakan Sekolah Kedinasan STAN. Sekolah di bawah naungan Kementerian Keuangan itu menjanjikan banyak privilege yang membuat saya sangat termotivasi. Saya belajar giat untuk meningkatkan nilai rapor sekaligus mempersiapkan tes Seleksi Kedinasan (Sekdin). Mendekati semester akhir, saya terpilih sebagai siswa eligible untuk mendaftar SNBP (Seleksi Nasional Berbasis Prestasi). Namun, karena ambisi saya untuk masuk STAN begitu kuat, saya tidak memperhitungkan pilihan SNBP dengan serius. Saya sengaja memilih S1 Ilmu Hubungan Internasional UGM dengan rencana agar tidak lolos SNBP, sehingga saya bisa mendaftar STAN di tahun 2024. Saat pengumuman SNBP tiba, laman hasil saya berwarna merah (tidak lolos)....