Refleksi Ikhtiar (Bagian 1): Ambisi STAN dan Strategi SNBP

Saya lahir di Jawa Timur, namun saat berusia 3 tahun, keluarga saya kembali ke tempat kelahiran mereka di Indramayu, Jawa Barat. Ayah saya pernah bekerja di Jawa Timur sebagai TNI AD di Batalyon 501. Riwayat pendidikan saya dari PAUD hingga SMA saya tempuh di Indramayu.

Saat SMA, saya begitu mendambakan Sekolah Kedinasan STAN. Sekolah di bawah naungan Kementerian Keuangan itu menjanjikan banyak privilege yang membuat saya sangat termotivasi. Saya belajar giat untuk meningkatkan nilai rapor sekaligus mempersiapkan tes Seleksi Kedinasan (Sekdin).

Mendekati semester akhir, saya terpilih sebagai siswa eligible untuk mendaftar SNBP (Seleksi Nasional Berbasis Prestasi). Namun, karena ambisi saya untuk masuk STAN begitu kuat, saya tidak memperhitungkan pilihan SNBP dengan serius. Saya sengaja memilih S1 Ilmu Hubungan Internasional UGM dengan rencana agar tidak lolos SNBP, sehingga saya bisa mendaftar STAN di tahun 2024.

Saat pengumuman SNBP tiba, laman hasil saya berwarna merah (tidak lolos). Saya tidak kaget atau sedih, karena itu sudah sesuai dengan rencana saya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

New Future: Sebuah Perkenalan dan Wujud Rasa Syukur

Catatan Pertemuan 1 PAI: Kontrak Kuliah dan Sistem Penilaian

Catatan Evaluasi: Event Funwalk "Rekreasyik" Tanggal: 18 September 2025