Refleksi Ikhtiar (Bagian 2): Perjuangan di Balik Ujian SKD STAN

Melanjutkan rencana saya, saya mendaftar UTBK 2024. Saya kembali memilih UGM dan hasilnya kembali merah. Saya tidak masalah dengan itu, karena fokus utama saya adalah STAN.

Pada tahun 2024, seleksi administrasi STAN menggunakan nilai UTBK. Syukurlah, nilai UTBK saya memenuhi kriteria sehingga saya lolos seleksi administrasi dengan mudah.

Saya melanjutkan ke tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di Kantor Regional III BKN Bandung. Momen ini benar-benar menguras tenaga, uang, dan emosi. Untuk bisa hadir tes di pagi hari, saya harus ikut rombongan dari tempat les saya yang berada di luar kota.

Pada H-1, saya dan ibu menempuh perjalanan hampir 2 jam ke kota tersebut dan menginap di kos teman saya. Jam 2 pagi di hari-H, kami sudah harus berkumpul. Pukul setengah 1 pagi saya bersiap, meski tidak nafsu makan, saya paksakan sarapan. Pukul 01.50, di tengah cuaca dingin dan rasa kantuk, saya dan ibu berangkat ke tempat les. Melihat banyaknya pesaing di sana, saya sempat merasa tertekan, namun teman saya berhasil menguatkan saya sebelum saya naik bus.

Ketika pengumuman hasil SKD keluar, nama saya berada di urutan 4.000-an dari 9.000 peserta. Saya dinyatakan masuk pemeringkatan, namun tidak lolos ke seleksi selanjutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

New Future: Sebuah Perkenalan dan Wujud Rasa Syukur

Catatan Pertemuan 1 PAI: Kontrak Kuliah dan Sistem Penilaian

Catatan Evaluasi: Event Funwalk "Rekreasyik" Tanggal: 18 September 2025