Pertemuan 1 Strategi Pengelolaan Usaha Wisata Olahraga Rekreasi dengan pak Abdul

 

Mata Kuliah: Strategi Pengelolaan Usaha Wisata Olahraga Rekreasi Dosen Pengampu: Bapak Abdul Mahfudin Tanggal: Kamis, 12 Februari 2026

Hari ini saya mengikuti pertemuan pertama untuk mata kuliah yang sangat krusial bagi jurusan saya: Strategi Pengelolaan Usaha Wisata Olahraga Rekreasi. Dosen pengampunya adalah Pak Abdul Mahfudin.

Kesan pertama saya: mata kuliah ini akan menuntut pola pikir kritis dan kepemimpinan yang nyata.

⚖️ Kontrak Perkuliahan & Penilaian

Pak Mahfudin belum merilis persentase bobot penilaian secara rinci, namun beliau memberikan bocoran strategi penilaiannya:

  • Fokus Utama: Projek. Bobot penilaian terbesar akan diletakkan pada tugas-tugas berbasis proyek (project-based).

  • UAS Minimalis. Ujian Akhir Semester (UAS) kemungkinan hanya akan menyumbang porsi kecil, sekitar 10% dari total nilai. Ini artinya, nasib nilai akhir saya sangat ditentukan oleh kinerja harian dan kualitas eksekusi tugas di lapangan, bukan sekadar hafalan saat ujian.

✍️ Metode Penugasan: "Back to Basics"

Ada satu aturan unik yang diterapkan Pak Mahfudin mengenai teknis pengumpulan tugas:

  1. Studi Kasus (Case Study): Sebagian besar tugas akan berupa analisis studi kasus.

  2. Tulis Tangan: Tugas harus ditulis tangan, kemudian di-scan/foto dan diunggah ke Google Classroom.

  3. Penggunaan AI: Beliau tidak melarang penggunaan AI (seperti ChatGPT atau Gemini) untuk mencari referensi. Namun, aturan tulis tangan diterapkan bukan karena beliau "kuno" atau anti-teknologi, melainkan untuk memastikan proses pemahaman.

    Menulis tangan memaksa otak untuk memproses informasi, bukan sekadar copy-paste.

🧠 Inti Materi: Mentalitas "Ownership"

Poin paling menarik dari pertemuan hari ini adalah tentang pembentukan karakter seorang pengelola usaha. Pak Mahfudin menekankan pentingnya memiliki Jiwa Ownership (rasa kepemilikan yang tinggi).

Seorang pemimpin atau manajer dalam bisnis rekreasi harus memiliki kemampuan:

  • Decisiveness: Memutuskan suatu permasalahan dengan cepat dan tepat. Dalam bisnis jasa wisata, keragu-raguan bisa berakibat fatal.

  • Boldness in People Management: Tidak ragu untuk memilih orang (rekrutmen/tim). Kita harus berani menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat, atau bahkan berani mengganti jika tidak perform.

Bentuk kegiatan ke depannya akan banyak diisi dengan:

  • Projek observasi lapangan.

  • Diskusi kelompok yang intens.

  • Menulis analisis studi kasus.


💭 Refleksi Pribadi

Mata kuliah ini sepertinya tidak hanya akan mengasah kemampuan akademis, tetapi juga mentalitas saya sebagai calon entrepreneur. Tantangan "tulis tangan" mungkin akan melelahkan, tapi saya setuju bahwa itu cara terbaik untuk benar-benar meresapi strategi bisnis yang sedang dipelajari. Siap untuk memiliki Ownership.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

New Future: Sebuah Perkenalan dan Wujud Rasa Syukur

Catatan Pertemuan 1 PAI: Kontrak Kuliah dan Sistem Penilaian

Catatan Evaluasi: Event Funwalk "Rekreasyik" Tanggal: 18 September 2025